KITCHEN KING Headline Animator

Tampilkan postingan dengan label TNI. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label TNI. Tampilkan semua postingan

Minggu, 12 Mei 2013

Pramono Edhie Wibowo


Pramono Edhie Wibowo
Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Langsung ke: navigasi, cari
Pramono Edhie Wibowo
1309398247 pramono edhie wibowo ti.jpg
Jend. Pramono Edhie Wibowo
Pengabdian Indonesia
Pangkat Gold FourStar.png Jenderal
Kesatuan Lambang TNI AD.png TNI Angkatan Darat

Jenderal TNI Pramono Edhie Wibowo (lahir di Magelang, Jawa Tengah, Indonesia, 5 Mei 1955; umur 58 tahun) adalah Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) berdasarkan Surat Keputusan Presiden nomor: 40/TNI/2011, menggantikan Jenderal TNI George Toisutta.[1] Pengangkatannya sebagai KSAD menuai protes dari berbagai kalangan seperti KontraS, bahwa terdapat unsur nepotisme karena merupakan ipar dari Presiden Susilo Bambang Yudhoyono sendiri.[2] Sebelumnya, Pramono menjabat sebagai Panglima Kostrad dan pada tahun 2009 menjabat sebagai Pangdam III Siliwangi.[3][4] Ayahnya, Sarwo Edhie Wibowo, juga merupakan mantan Komandan RPKAD yang turut andil dalam penumpasan pemberontakan G 30 S/PKI.
Karier Militer

Komandan Peleton Grup I Kopassandha (1980).
Perwira Operasi Grup I Kopassandha (1981).
Komandan Kompi 112/11 Grup I Kopassandha (1984).
Perwira Intel Operasi Grup I Kopassus (1986).
Komandan Batalyon 11/1 Kopassus (1995).
Wakil Komandan Grup I/Kopassus (1996).
Komandan Grup I/Kopassus (1998).
Ajudan Presiden Megawati Soekarnoputri (2001).
Staf Ahli Bidang Ekonomi Politik Sesko TNI.
Wakil Komandan Jenderal (Danjen) Kopassus.
Kepala Staf Komando Daerah Militer (Kasdam) IV/Diponegoro.
Komandan Jenderal (Danjen) Kopassus.
Panglima Komando Daerah Militer(Pangdam) III/Siliwangi.
Panglima Komando Cadangan Strategis TNI AD (Pangkostrad).
Kepala Staf Angkatan Darat.

Pendidikan Militer

Akademi Angkatan Bersenjata Republik Indonesia (Akabri) - 1980.
Sekolah Staf dan Komando Angkatan Darat (Sesko AD) - 1995.
Sekolah Staf dan Komando Tentara Nasional Indonesia (Sesko TNI) - 2001.

Rujukan

^ http://www.mediaindonesia.com/read/2011/06/06/238233/284/1/_SBY_Lantik_Pramono
^ http://us.detiknews.com/read/2011/06/30/084550/1671426/10/kontras-ipar-sby-jadi-ksad-nuansa-nepotisme-dominan?nd992203605
^ www.harianberita.com Pramono Edhie Wibowo (diakses pada 2 Oktober 2010)
^ www.antaranews.com KSAD: Mayjen TNI Pramono Pantas Jabat Pangkostrad (diakses pada 2 Oktober 2010)

Karier Militer Pramono Edhie Wibowo

Jabatan militer
Didahului oleh:
Soenarko Danjen Kopassus
1 Juli 2008 - 4 Desember 2009 Digantikan oleh:
Lodewijk Freidrich Paulus
Didahului oleh:
Rasyid Qurnuen Aquary Pangdam Siliwangi
2009 - 2010 Digantikan oleh:
Moeldoko
Didahului oleh:
Burhanudin Amin Pangkostrad
30 September 2010-30 Juni 2011 Digantikan oleh:
Asmyn Yusri Nasution
Didahului oleh:
George Toisutta Kepala Staf TNI Angkatan Darat
30 Juni 2011-sekarang Digantikan oleh:
masih menjabat

Minggu, 28 April 2013

Tentara Indonesia Penembak Jitu Terbaik di Dunia

Luar Biasa !!! Mungkin kata kata itu pantas, dilekatkan kepada pasukan TNI yang mengikuti Lomba Tembak Internasional Australian Army Skill at Arms Meeting (AASAM) 7 -17 Mei 2012, di Puckapunyal Military Area, Victoria – Australia.

Lomba menembak ini diikuti lebih 300 petembak Angkatan Darat atau Marinir dari negara: Australia, Inggris, Amerika Serikat, Kanada, Perancis, Jepang, Selandia Baru, Indonesia, Malaysia, Singapura, Thailand, Filipina,Brunei Darussalam dan Timor-Leste. Tentara RRC dan Tonga datang sebagai peninjau, yang akan bergabung tahun 2013.

Pasukan TNI keluar sebagai juara umum, sekaligus mempertahankan gelar juara umum berturut-turut selama 5 tahun di ajang yang sama.

Yang mencengangkan, perolehan medali kontingen Indonesia (TNI AD), jauh mengungguli peserta lain. Padahal tentara negara lain mengirimkan tim terbaik, seperti: Amerika Serikat= USMCST (US Marine Shooting Team) dan US Army, Inggris=BACST, Malaysia=MAST, Australia AACST-Allan dan AACST-Steve.

TNI AD menyabet 25 medali emas, sementara juara kedua Australia jauh tertinggal hanya 9 medali emas. Lebih mengerikan lagi USMC hanya mendapatkan 2 medali emas. Adapun pasukan Inggris, Jepang dan Perancis, tidak memperoleh emas satu pun.


Tentu kita heran, mengapa perolehan medali ini sangat timpang. Apa saja yang dilakukan militer negara negara lain, saat berlatih senjata ?

Semua peserta tentu serius dan mengirimkan tim terbaik, karena membawa nama negara dan mempertaruhkan nama pasukan. Apalagi Australia sebagai tuan rumah. Mereka bahkan mengirim dua tim, untuk memperoleh medali secara maksimal. Tapi kenyataannya jauh tertinggal dari pasukan TNI.

Seperti apa sebenarnya lombak menembak tersebut ?

Lihat saja kategorinya: 300, 400, 450 meter Deliberate-Rifle, 300 meter Rapid- Rifle, 200, 400 meter Snap- Rifle, Service rifle long range individual aggregate, Long range team aggregate- riffle, Applied Marksmanship Practice- rifle, Closer quarter practice Individual an team, Barricade match, Advanced application of fie- pistol, Closer quarter practice-pistol, Combat pistol, Service pistol individual, Assault-LSW, Team snap, Team assault/defance, Rifle falling plates, pistol tiles, Sniper observation/cold shot, sniper snap, Night combat pistol, barricade teams, Machine Gun Match dan banyak lagi. Dasyat bukan ?

Lebih dasyat lagi, kontingen TNI AD mengusung senjata Pindad SS 2 dari berbagai varian. Nama senjata SS 2 Pindad semakin terkenal di dunia karena keakuratannya. Motto "One Shot One Kill", sudah melekat di senjata SS 2 Pindad dan Kontingen Indonesia.

Kapten Fisher dari Australia berceletuk: “Pangkat sersan saja meraih 25 emas, bagaimana kalau perwira dikirim ?”, disambut tawa pecah dari anggota lainnya. Maklum negara lain mengirim cukup banyak perwira.



Kapten Chusse Jean dari Kanada menambahkan: “Bolehkah tukar dengan Austeyr F-88 atau Howa 89 ?. Saya ingin membawa pulang SS 2, biar jago menembak”.

Dengan prestasi gemilang ini, kontingen Indonesia terlihat sangat percaya diri berada di antara pasukan lain, sambil menenteng senjata SS 2 Pindad.


super saluuuuut dengan TNI INDONESIA!!!, semoga makin banyak prestasi kayak gini di negeri tercinta

kalo berkenan, minta cendolnya gan

sekalian mampir ke FJB ane:

Kamis, 18 April 2013

Tentara indonesia

Tentara Nasional Indonesia
Tentara Nasional Indonesia (atau biasa disingkat TNI) adalah nama sebuah angkatan perang dari negara Indonesia. Pada awal dibentuk bernama Tentara Keamanan Rakyat (TKR) kemudian berganti nama menjadi Tentara Republik Indonesia (TRI) dan kemudian diubah lagi namanya menjadi seperti sekarang ini.

Tentara Nasional Indonesia (TNI) dari tiga angkatan bersenjata, yaitu TNI Angkatan Darat, TNI Angkatan Laut, dan TNI Angkatan Udara. TNI dipimpin oleh seorang Panglima TNI, sedangkan masing-masing angkatan dipimpin oleh seorang Kepala Staf Angkatan. Panglima TNI saat ini adalah Laksamana TNI Agus Suhartono.

Dalam sejarahnya, TNI pernah digabungkan dengan POLRI. Gabungan ini disebut ABRI (Angkatan Bersenjata Republik Indonesia) yang menggunakan slogan "Catur Dharma Eka Karma" disingkat "CADEK". Sesuai Ketetapan MPR nomor VI/MPR/2000 tentang pemisahan TNI dan POLRI serta Ketetapan MPR nomor VII/MPR/2000 tentang Peran TNI dan peran POLRI maka pada tanggal 30 September 2004 telah disahkan RUU TNI oleh DPR RI yang selanjutnya ditandatangani oleh Presiden Megawati Soekarnoputri pada tanggal 19 Oktober 2004.

Seiring berjalannya era reformasi di Indonesia, TNI mengalami proses reformasi internal yang signifikan. Di antaranya adalah perubahan doktrin "Catur" menjadi "Tri" setelah terpisahnya POLRI dari ABRI. Berdasarkan Surat Keputusan Panglima TNI nomor Kep/21/I/2007, pada tanggal 12 Januari 2007, doktrin TNI ditetapkan menjadi "Tri Dharma Eka Karma", disingkat "TRIDEK".[2]

Tahun 2012, jumlah personel TNI adalah sebanyak 476.000 personel.

Sejarah TNI
!Artikel utama untuk bagian ini adalah: Sejarah Tentara Nasional Indonesia

Negara Indonesia pada awal berdirinya sama sekali tidak mempunyai kesatuan tentara. Badan Keamanan Rakyat yang dibentuk dalam sidang PPKI tanggal 22 Agustus 1945 dan diumumkan oleh Presiden pada tanggal 23 Agustus 1945 bukanlah tentara sebagai suatu organisasi kemiliteran yang resmi.

BKR baik di pusat maupun di daerah berada di bawah wewenang KNIP dan KNI Daerah dan tidak berada di bawah perintah presiden sebagai panglima tertinggi angkatan perang. BKR juga tidak berada di bawah koordinasi Menteri Pertahanan. BKR hanya disiapkan untuk memelihara keamanan setempat agar tidak menimbulkan kesan bahwa Indonesia menyiapkan diri untuk memulai peperangan menghadapi Sekutu.

Akhirnya, melalui Maklumat Pemerintah tanggal 5 Oktober 1945 (hingga saat ini diperingati sebagai hari kelahiran TNI), BKR diubah menjadi Tentara Keamanan Rakyat (TKR). Pada tanggal 7 Januari 1946, Tentara Keamanan Rakyat berganti nama menjadi Tentara Keselamatan Rakyat. Kemudian pada 24 Januari 1946, diubah lagi menjadi Tentara Republik Indonesia.

Karena saat itu di Indonesia terdapat barisan-barisan bersenjata lainnya di samping Tentara Republik Indonesia, maka pada tanggal 5 Mei 1947, Presiden Soekarno mengeluarkan keputusan untuk mempersatukan Tentara Republik Indonesia dengan barisan-barisan bersenjata tersebut menjadi Tentara Nasional Indonesia (TNI). Penyatuan itu terjadi dan diresmikan pada tanggal 3 Juni 1947.
Jati diri TNI

Sesuai UU TNI pasal 2, jati diri Tentara Nasional Indonesia adalah:

Tentara Rakyat adalah tentara yang anggotanya berasal dari warga negara Indonesia
Tentara Pejuang adalah tentara yang berjuang menegakkan Negara Kesatuan Republik Indonesia dan tidak mengenal menyerah dalam melaksanakan dan menyelesaikan tugasnya
Tentara Nasional adalah tentara kebangsaan Indonesia yang bertugas demi kepentingan negara di atas kepentingan daerah, suku, ras, dan golongan agama
Tentara Profesional adalah tentara yang terlatih, terdidik, diperlengkapi secara baik, tidak berpolitik praktis, tidak berbisnis, dan dijamin kesejahteraannya, serta mengikuti kebijakan politik negara yang menganut prinsip demokrasi, supremasi sipil, hak asasi manusia, ketentuan hukum nasional, dan hukum internasional yang telah diratifikasi

Tugas TNI

Sesuai UU TNI Pasal 7 ayat (1), Tugas pokok TNI adalah menegakkan kedaulatan negara, mempertahankan keutuhan wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia yang berdasarkan Pancasila dan UUD 45, serta melindungi segenap bangsa dan seluruh tumpah darah Indonesia dari ancaman dan gangguan terhadap keutuhan bangsa dan negara. (2) Tugas pokok sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dilakukan dengan:

operasi militer untuk perang
operasi militer selain perang, yaitu untuk:
mengatasi gerakan separatis bersenjata
mengatasi pemberontakan bersenjata
mengatasi aksi terorisme
mengamankan wilayah perbatasan
mengamankan obyek vital nasional yang bersifat strategis
melaksanakan tugas perdamaian dunia sesuai dengan kebijakan politik luar negeri
mengamankan Presiden dan Wakil Presiden beserta keluarganya
memberdayakan wilayah pertahanan dan kekuatan pendukungnya secara dini sesuai dengan sistem pertahanan semesta
membantu tugas pemerintahan di daerah
membantu Kepolisian Negara Republik Indonesia dalam rangka tugas keamanan dan ketertiban masyarakat yang diatur dalam undang-undang
membantu mengamankan tamu negara setingkat kepala negara dan perwakilan pemerintah asing yang sedang berada di Indonesia
membantu menanggulangi akibat bencana alam, pengungsian, dan pemberian bantuan kemanusiaan
membantu pencarian dan pertolongan dalam kecelakaan (bahasa Inggris: search and rescue)
membantu pemerintah dalam pengamanan pelayaran dan penerbangan terhadap pembajakan, perompakan, dan penyelundupan.

Kemudian ayat (3) berbunyi Ketentuan sebagaimana dimaksud pada ayat (2) dilaksanakan berdasarkan kebijakan dan keputusan politik negara.
Kekuatan Bersenjata Indonesia

Berikut adalah data mengenai kekuatan angkatan bersenjata Indonesia tahun 2009:
Jumlah prajurit:438.410 personel
TNI Angkatan Darat TNI Angkatan Laut TNI Angkatan Udara
Jumlah prajurit: 328.517 Jumlah prajurit: 74.963 Jumlah prajurit: 34.930
Kekuatan Terpusat

Komando Cadangan Strategis Angkatan Darat:
Dua divisi satuan tempur
18 batalion infrantri
16 batalion lain
Komando Pasukan Khusus:
4 grup tempur dan 1 grup pendidikan



Kekuatan Kewilayahan

Komando Daerah Militer: 11
Komando Resort Militer: 39
Komando Distrik Militer: 267
Batalion: 96



Kekuatan Badan Pelaksana Pusat

Resimen Zeni Konstruksi: 1
Skuadron Penerbang TNI AD: 2
Lima batalion lain

Sistem Senjata Armada Terpadu

Kapal Republik Indonesia: 136
Kapal Angkatan Laut: 71
Pasukan Marinir: 2
Brigade Marinir: 1
Komando Latih Marinir: 1



Kekuatan Kewilayahan

Armada Barat
Armada Timur

Pangkalan Utama Angkatan Laut:
Kelas A: 11
Kelas B: 24
Kelas C: 19
Kelas khusus: 3

Skuadron Udara

Jumlah pesawat tempur: 180 (target 2024)[3]
Skuadron tempur: 7
Skuadron angkut: 5
Skuadron intai: 1
Skuadron helikopter: 3
Skuadron latih: 2



Pangkalan Udara

Pangkalan udara: 41
Detasemen: 8
Pos angkatan udara: 80



Pasukan Khas

3 wing



Satuan Radar

17 satuan radar pertahanan udara

(Sumber: Harian Koran Tempo tanggal 14 Februari 2006)
Anggaran
Tentara Nasional Indonesia
Tahun Fiskal Anggaran (IDR) Anggaran (USD)
2005 Rp 21.97 trilyun USD 2.5 milyar
2006 Rp 23.6 trilyun USD 2.6 milyar
2007 Rp 32.6 trilyun USD 3.4 milyar
2008 Rp 36.39 trilyun USD 3.8 milyar
2009 Rp 33.6 trilyun USD 3.3 milyar
2010 Rp 42.3 trilyun USD 4.47 milyar
2011 Rp 47.5 trilyun USD 5.2 milyar
2012 Rp 64.4 trilyun[4] USD 7.5 milyar
2013 Rp 81.8 trilyun[5] USD 8.44 milyar

Undang-Undang Nomor 34 Tahun 2004

Tanda Kepangkatan TNI
Kapal Perang TNI AL
F-16, Pesawat Tempur Kebanggaan TNI AU
Su-27, Pesawat Tempur Kebanggaan TNI AU
KRI Irian, Kapal Perang Terbesar dalam sejarah Militer Indonesia
Daftar operasi militer dan non-militer TNI
ABRI
Jaminan Asuransi bagi anggota TNI/Polri
Polisi Militer